3 Cara Masuk PTN : SNMPTN, UTBK/SBMPTN dan Seleksi Mandiri

Untuk bisa melanjutkan pendidikan ke tingkat universitas, setiap orang diharuskan mengikuti proses seleksi masuk yang dikenal dengan SNMPTN, SBMPTN/UTBK hingga seleksi mandiri. Setiap tahunnya, jumlah pendaftar untuk seleksi tersebut bisa mencapai ratusan ribu orang.

Bahkan, pada tahun 2021 saja, jumlah pendaftar untuk ke PTN saja mencapai 777.858 orang. Nah, sebelum memutuskan untuk mendaftar jalur yang mana, ketahui lebih dulu perbedaan masing-masing proses.

Selain waktu pelaksanaannya yang berbeda-beda, persyaratan yang dibutuhkan pun tidak sama. Nah, agar tidak sampai kelewatan dan salah memilih jalur, pastikan mengetahui terlebih dahulu perbedaan antara SNMPTN, SBMPTN & UTBK.

3 Cara Masuk PTN 2021

Jalur atau cara masuk PTN setiap tahunnya berbeda-beda, baik dari cara pendaftarannya, nama prosesnya hingga biaya daftarnya. Meskipun jalur masuk PTN untuk tahun 2022 belum diumumkan, namun para calon mahasiswa bisa menyiapkan diri dengan melihat proses yang terjadi pada tahun 2021 ini. Pada tahun ini, untuk bisa melanjutkan studi perguruan tinggi negeri di Indonesia, ada 3 jalur yang disediakan oleh Direktur Jenderal Perguruan Tinggi yaitu:

  • SNMPTN.
  • Seleksi Mandiri Universitas.
  • SBMPTN.

Selain seleksi mandiri, kedua proses seleksi yang lainnya merupakan jalur masuk PTN yang dilaksanakan secara terpusat. Jadi, pelaksanaannya akan diumumkan secara rutin oleh panitia pelaksanaannya. Namun, proses seleksi hingga penilaiannya dikembalikan ke masing-masing universitas.

Sedangkan khusus untuk seleksi mandiri, adalah proses diadakan oleh masing-masing universitas. Pada seleksi ini tidak ada panitia khusus karena semua diadakan secara mandiri oleh pihak universitas. Pengadaannya pun bisa lebih dari satu kali tergantung kebutuhan dari setiap PTN. Beberapa universitas yang mengadakan seleksi mandiri ini adalah UB, ITB, ITS hingga UI.

Apa itu SNMPTN, UTBK, SBMPTN & Seleksi Mandiri

Setelah mengenal jalur masuk PTN yang ada di Indonesia, saatnya mengetahui lebih detail mengenai masing-masing jalur. Hal ini untuk mencegah keterlambatan atau kesalahan pendaftaran khususnya bagi yang ingin melanjutkan ke PTN favorit. Nah, untuk lebih paham mengenai masing-masing, berikut adalah penjelasan mengenai apa itu SNMPTN, UTBK, SBMPTN hingga seleksi mandiri:

1. Jalur SNMPTN

Bagi murid berprestasi dan bersekolah di sekolah dengan akreditasi yang baik, maka cobalah masuk ke PTN favorit dengan menggunakan jalur undangan. Jalur yang juga dikenal dengan SNMPTN ini merupakan proses seleksi bagi mereka yang berprestasi selama masa sekolahnya, baik dari kelas 1-3 SMA. Jadi yang bisa mengikuti seleksi ini tentunya hanya orang-orang terpilih saja.

Untuk bisa mengikuti proses seleksi ini, maka siswa harus terlebih dahulu masuk dalam peringkat yang telah ditentukan oleh pihak sekolah. Pada umumnya, hanya siswa yang ranking 1-5 secara keseluruhan yang bisa mendaftar SNMPTN. Karena sifatnya tidak untuk seluruh siswa, biasanya guru yang akan menginformasikan secara pribadi kepada siswa yang bisa mengikuti proses seleksi ini.

Untuk bisa mengikuti proses seleksi ini tentunya calon mahasiswa merupakan siswa yang akan lulus pada tahun tersebut. Contohnya, untuk SNMPTN 2021 hanya bisa diikuti oleh siswa yang juga lulus pada tahun tersebut juga. Hal ini tidak berlaku untuk alumni.

Bagi siswa yang terpilih, maka proses pendaftarannya akan dibantu panitia SNMPTN yang ada pada masing-masing sekolah. Nantinya siswa diharuskan mengisi biodata diri hingga mengumpulkan dokumen-dokumen pribadi seperti KK hingga nilai rapor. Selanjutnya, siswa bisa memilih jurusan yang diinginkan dengan ketentuan dua program studi dari maksimal dua universitas yang berbeda.

Nantinya semua data siswa yang terkumpul akan diberikan kepada PTN masing-masing yang telah didaftarkan. Jadi yang menentukan diterima atau ditolaknya siswa adalah dari PTN yang bersangkutan. Nantinya secara serentak, PTN akan menginformasikan siapa saja yang diterima di PTN tersebut.

Persaingan melalui jalur ini memang tergolong berat dan ketat. Selain karena bersaing dengan orang-orang pintar lainnya, kuotanya tidak sebesar proses seleksi yang lainnya. Namun jangan khawatir seluruh proses seleksi untuk jalur SNMPTN gratis untuk semua siswa yang memenuhi persyaratan.

2. SBMPTN

Banyak orang yang keliru dengan istilah UTBK dan SBMPTN. Padahal UTBK merupakan ujian yang termasuk dalam proses SBMPTN. Nah berbeda dengan SNMPTN, untuk SBMPTN, semua siswa boleh mengikuti proses ini selama dapat mendaftar dan mengumpulkan semua persyaratan secara tepat waktu. Setiap orang berhak mengikuti proses ini maksimal 2x baik bagi yang lolos maupun gagal.

Untuk bisa mengikuti proses seleksinya, pendaftar harus membayar uang pendaftaran terlebih dahulu sebanyak Rp 200.000 – Rp 300.000. Selanjutnya, para pendaftar harus mengisi biodata serta memasukkan jurusan dan PTN yang diinginkan. Setiap pendaftar baik dari IPS maupun IPA bisa memilih 2 jurusan di 1 atau 2 PTN yang berbeda. Namun khusus untuk IPC dapat memilih 3 jurusan dengan ketentuan yang sama. Jadi, pastikan memilih dengan bijak dan jangan sampai salah strategi.

Setelah berhasil mendaftar, nantinya pendaftar diharuskan mengikuti UTBK. Berbeda dengan SNMPTN, pihak universitas maupun sekolah tidak bisa menentukan siapa yang lolos atau tidak. Jadi, hanya orang dengan nilai-nilai yang tertinggi yang memilih jurusan tersebutlah yang lolos.

Dibandingkan semua jalur masuk, SBMPTN memiliki peluang terbesar dan terbanyak. Jadi jika jalur lain hanya memberikan 30% kuotanya, SBMPTN kuotanya mencapai 40%. Dengan kesempatan ini, maka pastikan memanfaatkan peluang ini dengan baik!

3. Seleksi Mandiri

Jalur masuk PTN yang biasanya diadakan paling terakhir adalah seleksi mandiri. Berbeda dengan dua jalur yang lainnya, proses seleksi ini diadakan oleh masing-masing PTN. Jadi jumlah dan ketentuan dari setiap PTN bisa saja berbeda-beda.  Namun perlu diketahui bahwa tidak semua PTN di Indonesia mengadakan jalur ini dan hanya mengandalkan calon mahasiswa dari SBMPTN maupun SNMPTN.

Salah satu cara PTN mengadakan seleksi mandiri adalah dengan mengadakan ujian tertulis kembali untuk para pendaftar. Jadi, mahasiswa dengan nilai terbaiklah yang bisa lolos dan diterima di PTN tersebut. Namun ada juga beberapa PTN yang hanya melihat nilai UTBK sebagai penilaian calon mahasiswa tersebut.

Perlu dicatat bahwa ini merupakan kesempatan terakhir yang dimiliki para calon mahasiswa agar bisa masuk ke PTN pada tahun tersebut. Jika tidak berhasil, maka pendaftar harus menunggu setahun lagi untuk bisa mengikuti SBMPTN atau seleksi mandiri kembali.

Untungnya, peluang untuk diterima di seleksi mandiri ini hampir sama besarnya dengan SBMPTN. Meskipun berbeda-beda, namun universitas yang memiliki program ini biasanya memasang kuota 30% secara keseluruhan. Jadi peluangnya cukup besar bagi siswa yang belum mendapatkan universitas.

Penutup

Setelah mengetahui proses seleksi masuk PTN, bisa diketahui bahwa yang pertama diadakan adalah SNMPTN. Biasanya waktu pelaksanaan SBMPTN bersamaan dengan daftar ulang SNMPTN. Hal ini untuk mencegah siswa mendaftar kembali dan mengurangi peluang bagi yang lainnya.

Terakhir adalah seleksi mandiri yang diadakan oleh setiap PTN di Indonesia. Meskipun ini adalah kesempatan terakhir, namun peluangnya cukup besar karena kuotanya mencapai 30%. Jadi, bagi yang gagal di awal pastikan untuk mengikuti proses seleksi yang terakhir ini.

Jadi itulah perbedaan antara SNMPTN, SBMPTN & UTBK hingga seleksi mandiri yang perlu diketahui para calon mahasiswa. Pastikan untuk tidak melewati setiap proses yang ada agar peluang untuk diterima di PTN yang diinginkan lebih besar. Selain itu, jangan lupa untuk belajar sebelum mengikuti setiap ujian agar bisa mendapatkan hasil yang terbaik.

Lihat Artikel Lainnya!
[Total: 0 Average: 0]

Tinggalkan komentar

Eits, tunggu dulu.

✅Mau RANGKUMAN BELAJAR KEREN?

KLIK GAMBARNYA????