Ayo Belajar Senyawa Hidrokarbon, Senyawa yang Ada di Sekitarmu!

Tahukah kamu bahwa berbagai jenis bahan bakar seperti bensin, minyak tanah (kerosin), solar, pelumas, dan barang – barang yang kamu gunakan sehari – hari seperti plastik makanan, kotak bekal dari plastik, ban kendaraan semuanya berasal dari minyak bumi? Meskipun semua berasal dari minyak bumi, namun komposisi atom masing – masing produk tersebut berbeda.

Senyawa – senyawa yang berasal dari minyak bumi disebut sebagai senyawa hidrokarbon karena memiliki atom karbon dan atom hidrogen di dalamnya, meskipun dengan susunan atau pola yang berbeda. Ulasan Burhan kali ini kamu akan dihadapkan dengan senyawa karbon mulai dari teori asal muasal, klasifikasi, hingga tata nama senyawa – senyawa tersebut.

Teori Senyawa hidrokarbon

Secara umum, senyawa dibagi menjadi dua jenis berdasarkan asal muasalnya yaitu senyawa organik dan anorganik. Seperti Namanya, senyawa organik bisa didapatkan dari makhluk hidup, sedangkan senyawa anorganik tidak bisa didapatkan pada makhluk hidup namun dapat ditemukan pada benda yang tidak hidup (abiotik).

Menurut Ilmuan Jerman yang bernama Frederich Wohler, senyawa yang mengandung karbon atau biasa disebut sebagai senyawa hidrokarbon dapat digolongkan ke dalam senyawa organik karena sebagian besar senyawa hidrokarbon ini bisa kamu temukan pada makhluk hidup.

Namun setelah penelitian lebih lanjut yang melakukan sintesis NH4CNO yang merupakan senyawa anorganik, Frederich Wohler menemukan bahwa hasil yang didapatkan justru adalah urea yang merupakan senyawa organik. Karena hal tersebut, pernyataan bahwa senyawa hidrokarbon adalah senyawa organik tidak lagi menjadi relevan.

Setelah itu kemudian senyawa hidrokarbon didefinisikan sebagai senyawa yang mengandung atom hidrogen dan atom karbon yang saling berpasangan satu sama lain. Senyawa ini merupakan jenis senyawa kimia yang memiliki rantai karbon yang Panjang.

Klasifikasi Hidrokarbon

Untuk melakukan klasifikasi terhadap senyawa hidrokarbon, parameter yang digunakan merupakan jenis ikatan dan bentuk dari rantai karbon yang dimiliki oleh senyawa tersebut. Adapun klasifikasi atau pengelompokan senyawa hidrokarbon tersebut di antaranya adalah:

  1. Hidrokarbon alifatik

Jenis hidrokarbon ini adalah jenis yang memiliki bentuk rantai karbon yang terbuka. Hidrokarbon alifatik ini kemudian dibagi menjadi dua jenis berdasarkan jumlah ikatannya yaitu senyawa hidrokarbon alifatik jenuh dan senyawa hidrokarbon alifatik tidak jenuh.

Senyawa alifatik jenuh adalah senyawa dengan rantai karbon yang hanya memiliki ikatan tunggal yang kemudian disebut sebagai alkana. Sedangkan senyawa alifatik tidak jenuh merupakan senyawa dengan rantai karbon yang memiliki ikatan rangkap, baik rangkap dua maupun rangkap tiga di dalammya atau disebut alkena dan alkuna.

  1. Hidrokarbon alisiklik

Senyawa hidrokarbon jenis alisiklik merupakan senyawa yang memiliki rantai karbon yang melingkar dan membentuk cincin atau siklus, yang tertutup.

  1. Hidrokarbon aromatik

Sama seperti senyawa alisiklik, senyawa hidrokarbon jenis aromatik ini juga memiliki rantai karbon yang melingkar, namun perbedaan di antara keduanya adalah senyawa aromatik memiliki ikatan konjugasi atau ikatan rangkap dan ikatan tunggal yang berselingan.

Tata Nama Senyawa hidrokarbon

Alkana

Alkana merupakan senyawa hidrokarbon alifatik dengan ikatan tunggal atau biasa disebut dengan senyawa jenuh. Tata nama atau penulisan nama bagi senyawa yang memiliki rumus umum CnH2n+2 ini menggunakan aturan IUPAC, yaitu:

  • Rantai karbon terpanjang pada senyawa alkana ditetapkan menjadi rantai utama senyawa tersebut. Jika di dalam suatu senyawa terdapat dua atau lebih rantai karbon yang sama panjangnya, maka yang dipilih sebagai rantai utama adalah rantai karbon yang memiliki cabang terbanyak
  • Cabang rantai utama yang memiliki substituent gugus alkil (hidrokarbon) dinamai dengan akhiran il yang mengganti ana pada alkana
  • Atom karbon yang terdapat pada rantai utama senyawa alkana diberikan penomoran berurut dimana salah satu atom karbon ujung rantai utama mendapatkan nomor yang paling kecil
  • Jika ada substituent cabang yang sejenis, akan diberikan nama awalan di, tri, tetra, dan seterusnya
  • Substituent yang terdapat pada cabang rantai utama senyawa alkana ditulis dengan urutan berdasarkan alfabet dimana awalan di, tri, n-, sek-, dan ters- diabaikan namun awalan iso merupakan pengecualian (tidak diabaikan).

Alkena

Alkena yang memiliki rumus umum CnH2n merupakan senyawa hidrokarbon tidak jenuh dengan ikatan rangkap dua. Adapun aturan penamaan menggunakan IUPAC pada senyawa hampir sama dengan penaman pada senyawa alkana, namun memiliki beberapa perbedaan. Perbedaan yang dimiliki oleh penamaan kedua senyawa tersebut di antaranya adalah:

  • Pemilihan rantai utama pada senyawa alkena bergantung terhadap posisi ikatan rangkap, dimana rantai utamanya adalah rantai karbon terpanjang yang memiliki ikatan rangkap.

Penamaan rantai utama pada senyawa ini menggunakan penurunan nama dari alkana (dengan jumlah karbon yang sama) namun akhiran ana diganti menjadi akhiran ena.

  • Sama seperti senyawa alkana, atom karbon pada senyawa alkena juga diberikan nomor dimana penomoran dimulai dari ujung rantai sedemikian rupa sehingga atom C yang memiliki ikatan rangkap akan mendapatkan nomor yang paling kecil.

Alkuna

Senyawa alifatik dengan ikatan rangkap tiga ini memiliki rumus umum CnH2n-2. Pemberian nama pada senyawa alkuna kurang lebihnya sama dengan pemberian nama pada senyawa alkena. Perbedaan di antara keduanya hanya terletak pada penamaan rantai utama.

Jika rantai utama pada senyawa alkena memiliki akhiran ena, rantai utama pada senyawa alkuna diberi akhiran una.

Kegunaan senyawa hidrokarbon seperti sebagai bahan bakar, pelarut organik dan bahan baku untuk berbagai macam industri petrokimia membuat pemahaman kamu mengenai senyawa ini menjadi penting dan bisa langsung kamu terapkan dalam kehidupan sehari – hari. Pelajari lebih lanjut mengenai berbagai macam jenis senyawa hidrokarbon lainnya ya teman!

Contoh Soal Tryout Senyawa Hidrokarbon Eduka

Perhatikan beberapa pernyataan berikut.

  1. Senyawa karbon dapat bereaksi dengan udara menghasilkan gas CO2
  2. Senyawa karbon anorganik tidak stabil pada pemanasan
  3. Senyawa karbon anorganik tidak memiliki rantai karbon
  4. Senyawa hidrokarbon tak jenuh rantai pendek berwujud cair pada suhu ruang
  5. Senyawa hidrokarbon mudah larut dalam air

Dari pernyataan diatas yang tidak tepat adalah…

a. i dan ii

b. ii dan iii

c. ii dan iv

d. ii dan v

e. iv dan v

Pembahasan (D)

Analisis per point

1. Senyawa karbon dapat bereaksi dengan udara menghasilkan gas CO2

Benar, senyawa karbon akan menghasilkan gas CO2 dan uap air Ketika mengalami reaksi pembakaran oleh O2 di udara sesua persamaan reaksi berikut,

CxHy merupakan senyawa hidrokarbon

2. Senyawa karbon anorganik tidak stabil pada pemanasan

Salah, senyawa karbon anorganik stabil pada pemanasan karena senyawa ini relative membentuk ion-ionya dan lebih stabil jika berikatan dengan logam karena logam tahan terhadap pemanasan

3. Senyawa karbon anorganik tidak memiliki rantai karbon

Benar, senyawa karbon anorganik berikatan secara ionic, tidak memiliki ikatan rantai karbon.

4. Senyawa hidrokarbon tak jenuh rantai pendek berwujud cair pada suhu ruang

Benar, senyawa hidrokarbon tak jenuh tersebut cenderung berwujud cair karena adanya ikatan rangkap pada rantai karbonnya

5. Senyawa hidrokarbon mudah larut dalam air

Salah, senyawa hidrokarbon merupakan senyawa nonpolar, sehingga mudah larut dalam senyawa nonpolar pula (seperti eter) dan sukar larut pada senyawa polar (seperti air)

Berdasarkan analisis diatas, maka jawaban yang tepat adalah D.

 

Referensi :

Eka, Widiasih., Suwardi dan Soebiyanto. 2009. Panduan Pembelajaran Kimia : Untuk SMA dan MA kelas XI. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendiidkan Nasional.

Partana, Crys Fajar dan Antuni Wiyarsi. 2009. Mari Belajar Kimia 2 : Untuk SMA XI IPA. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendiidkan Nasional

Permana, Irvan. 2009. Memahami Kimia 2 : SMA/MA Untuk Kelas XI, Semester 1 dan 2 Program Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendiidkan Nasional

Utami, Budi., dkk. 2009. Kimia 2 : Untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendiidkan Nasional

Lihat Artikel Lainnya!
[Total: 1 Average: 5]

Tinggalkan komentar

Eits, tunggu dulu.

✅Mau RANGKUMAN BELAJAR KEREN?

KLIK GAMBARNYA????