Ekosistem: Definisi, Komponen, Macam dan Contoh Soal

Makhluk hidup dan lingkungan hidupnya tidak dapat dipisahkan satu sama lain, keduanya saling memengaruhi. Lalu, apa itu Ekosistem? Untuk itu, Burhan akan mengajak kamu untuk mempelajari konsep ekosistem, dimulai dari mengetahui apa yang dimaksud dengan ekosistem, komponen pendukung ekosistem, serta beberapa contoh ekosistem.

Apa Itu Ekosistem

Burhan akan memberitahu kamu tentang ekosistem menurut para ahli, yaitu:

  • G Tansley (1936)

Ekosistem adalah suatu sistem yang terkait antara organisme hidup (biotik) dengan organisme tak hidup (abiotik) atau lingkungan fisiknya.

  • Odum (1993)

Dalam ekosistem terdapat sebuah unit fungsional dari ekologi yang di dalamnya terdapat berbagai organisme, seperti manusia, hewan juga tumbuhan beserta lingkungannya, yaitu biotik dan abiotik yang saling memengaruhi.

Komponen Ekosistem

Ekosistem terdiri atas dua komponen, yaitu komponen biotik dan abiotik.

Komponen Biotik

Komponen biotik merupakan semua bagian yang hidup dari lingkungan. Komponen biotik dibagi menjadi tiga kelompok, berdasarkan peranannya di lingkungan.

  • Produsen

Produsen yaitu semua organisme yang autotrof (organisme yang dapat menyusun senyawa organik dengan bantuan cahaya matahari), contoh tumbuhan berklorofil.

  • Konsumen

Konsumen yaitu semua organisme yang heterotrof (organisme yang tidak dapat menyusun senyawa organik). Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan makanannya, organisme ini memakan organisme lain. Berdasarkan jenis makanannya, konsumen dibagi menjadi tiga kelompok:

  1. Herbivora

Konsumen yang memakan tumbuhan, contohnya sapi, kambing, kelinci.

  1. Karnivora

Konsumen yang memakan hewan lain, contohnya harimau, macan.

  1. Omnivora

Konsumen yang memakan tumbuhan dan hewan, contohnya manusia.

  • Dekomposer

Dekomposer yaitu organisme yang memperoleh makanan dengan cara menguraikan senyawa-senyawa organik dari organisme yang telah mati, contohnya cacing tanah, belatung, actinomycetes, bakteri dan jamur.

Komponen Abiotik

Komponen abiotik merupakan semua bagian yang tidak hidup dari lingkungan. Contohnya adalah air, udara, tanah, suhu, cahaya matahari, garam-garam mineral. Peranan komponen abiotik untuk komponen biotik sebagai berikut: i

  • Kemampuan organisme untuk hidup dan berkembang biak, bergantung pada beberapa faktor fisik dan kimiawi di lingkungan.
  • Faktoryang membatasi kehidupan organisme, contoh jumlah kadar air sebagai faktor pembatas yang menjadi salah satu penentu jenis organisme yang hidup di padang pasir.

Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungannya

Uraian berikut membahas interaksi makhluk hidup dengan makhluk hidup pada tingkat populasi (interaksi antar-individu), tingkat komunitas (interaksi antar-populasi), serta interaksi makhluk hidup dengan lingkungan abiotiknya (interaksi antara komponen biotik dan abiotik) pada tingkat ekosistem dan biosfer.

Interaksi  antar-individu

Organisme atau individu sejenis yang hidup di suatu tempat dalam kurun waktu tertentu disebut populasi. Jumlah individu sejenis yang hidup di suatu tempat per satuan luas menunjukkan kepadatan populasi. Lokasi ditemukannya individu-individu sejenis pada suatu tempat menunjukkan penyebaran atau distribusi populasi.

Jika kebutuhan hidup seperti makan, tempat tinggal tidak terpenuhi di tempat hidupnya, maka akan terjadi persaingan atau kompetisi. Interaksi kompetisi antar-individu dalam populasi disebut kompetisi intraspesifik. Kematian, perpindahan, kelahiran, dan kelangsungan hidup sebagai akibat interaksi antar-individu disebut efek ekologi. Efek ekologi terjadi dalam jangka waktu yang panjang disebut efek evolusi.

Interaksi antar-populasi

Kumpulan berbagai populasi yang saling berinteraksi disebut komunitas. Bentuk interaksi antar-populasi dapat berupa predasi, kompetisi, dan simbiosis. Predasi merupakan jenis interaksi makan dan dimakan umumnya suatu spesies memakan spesies lain. Kompetisi antar-populasi disebut juga kompetisi interspesifik. Simbiosis berarti hidup bersama antara dua spesies yang berbeda.

Tipe simbiosisOrganisme AOrganisme BContoh
Mutualisme++Mikroorganisme pada usus rayap dan hewan ruminansia
Komensalisme+0Burung yang memakan kutu atau ektoparasit pada kulit herbivora
Parasitisme+Benalu dengan tumbuhan inang, cacing hati dengan sapi

Interaksi antara komponen biotik dan abiotik

Interaksi antara komponen biotik dan abiotik mulai terjadi dari tingkat individu hingga biosfer. Interaksi antara komponen biotik dan abiotik contohnya pada penggunaan oksigen untuk pernapasan, penyerapan cahaya matahari dengan panjang gelombang tertentu untuk fotosintesis pada tumbuhan berklorofil.

Interaksi antara komponen biotik dan abiotik pada tingkat biosfer merupakan interaksi yang paling kompleks. Biosfer merupakan tempat interaksi seluruh ekosistem di bumi. Pada tingkat ekosistem, individu atau populasi memiliki peran yang khas dalam kaitan interaksinya dengan lingkungan biotik dan abiotik. Kekhasan fungsi suatu individu atau populasi dalam ekosistem disebut niche (relung).

Rantai Makanan, Jaring-jaring Makanan

Rantai makanan adalah peristiwa makan dan dimakan antara makhluk hidup dengan urutan satu arah yang mengakibatkan terjadinya perpindahan energi dari satu organisme ke organisme yang lain. Pada rantai makanan ada makhluk hidup yang berperan sebagai produsenkonsumen, dan dekomposer.  Berikut adalah contoh sebuah rantai makanan.

Rantai Makanan

Sumber: Wkimedia Commons

Pada rantai makanan tersebut terjadi proses makan dan dimakan dalam urutan tertentu, seperti rantai makanan pada ekosistem darat di atas, rumput/tanaman dimakan belalang, belalang dimakan tikus, tikus dimakan ular, ular dimakan elang, dan jika elang mati akan diuraikan oleh jamur yang berperan sebagai dekomposer menjadi zat organik yang akan dimanfaatkan oleh jamur untuk tumbuh dan berkembang.

Tiap tingkat dari rantai makanan dalam suatu ekosistem disebut tingkat trofik. Pada tingkat trofik pertama adalah produsen yang merupakan organisme autotrof (organisme yang mampu menghasilkan senyawa organik) contohnya tumbuhan berklorofil atau alga atau fitoplankton. Organisme yang menduduki tingkat tropik kedua disebut konsumen  primer (konsumen I).

Konsumen I biasanya diduduki oleh hewan herbivora. Organisme yang menduduki tingkat tropik ketiga disebut konsumen sekunder (Konsumen II), diduduki oleh hewan pemakan daging (karnivora) dan seterusnya. Organisme yang menduduki tingkat tropik tertinggi disebut konsumen puncak. Dengan demikian, pada rantai makanan tersebut dapat dijelaskan bahwa :

  1. Rumput/tanaman berperansebagai produsen.
  2. Belalang berperan sebagai konsumen I (Herbivora)
  3. Tikus berperan sebagai konsumen II (Karnivora)
  4. Ular beperan sebagai konsumen III (Karnivora)
  5. Elang berperan sebagai konsumen IV/konsumen puncak (Karnivora)
  6. Jamur/bakteri berperansebagai dekomposer.

Rantai makanan merupakan gambar peristiwa makan dan dimakan yang sederhana.  Kenyataannya dalam satu ekosistem tidak hanya terdapat satu rantai makanan, karena satu produsen tidak selalu menjadi sumber makanan bagi satu jenis herbivora, sebaliknya satu jenis herbivora tidak selalu memakan satu jenis produsen.

Dengan demikian, di dalam ekosistem terdapat rantai makanan yang saling berhubungan membentuk suatu jaring-jaring makanan. Jadi apakah jaring-jaring makanan itu? Jaring-jaring makanan merupakan sekumpulan rantai makanan yang saling berhubungan. Perhatikan contoh jaring-jaring makanan berikut!

Ekosistem di Antartika

Jaring-jaring makanan ekosistem air laut di Antartika

Sumber: Campbell Biology 11th

Piramida Biomassa dan Piramida Energi

  1. Piramida biomassa, dapat dinyatakan sebagai diagram yangmengambarkan perpaduan massa seluruh makhluk hidup di habitat tertentu yang diukur dan dinyatakan dalam satuan gram ataupun kilogram. Biomassa merupakan ukuran berat materi hidup pada waktu tertentu.

Piramida Biomassa

Gambar Piramida Biomassa

Sumber: Wikimedia Commons

  1. Piramida Energi, memperlihatkan jumlah energi yang dipindahkan darisatu tingkat ke tingkat di atasnya dalam suatu jarring makanan.

Piramida Energi

Sumber: Wikimedia Commons

Macam-macam ekosistem

Ekosistem terbagi menjadi  tiga macam, yaitu ekosistem darat (terestrial), ekosistem air (akuatik),  dan ekosistem buatan. Ekosistem buatan merupakan ekosistem yang diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya, contoh ekosistem buatan yaitu bendungan, sawah irigasasi, perkebunan sawit, perkebunan kopi.

Jika membahas lingkungan tempat makhluk hidup tinggal, kamu pasti sudah tahu tentang daratan dan perairan. Kali ini, Burhan akan membahas kedua macam ekosistem tersebut beserta contohnya.

Ekosistem Darat (Terestrial)

Pada ekosistem ini, makhluk hidup beraktivitas dan berinteraksi di wilayah daratan.

Contoh dari ekosistem darat yaitu:

  1. Hutan hujan tropis

Wilayah ini terkenal dengan tempatnya yang dalam keadaan lembab juga basah, biasanya berada di negara yang dilewati garis Khatulistiwa seperti Indonesia.

Suhu ±25-29°C sepanjang tahun, curah hujan tinggi berkisar 200 cm sampai 450 cm per tahun, hewan dan tumbuhan sangat beragam, tumbuhan khas liana (rotan), epifit (anggrek), tumbuhan berdaun lebar dan pohon tinggi yang dapat berumur ratusan tahun. Hewan yang berhabitat di hutan hujan tropis diantaranya beranekaragam burung, reptil, serangga, arhtropoda, amfibi, mamalia.

Hutan Hujan Tropis

Sumber: Wikimedia Commons

  1. Padang rumput

Di kawasan ini, kamu bisa melihat rumput pendek yang luas, terdapat pada iklim sedang sampai tropis, curah hujan 25 cm sampai 75 cm per tahun (curah hujan lebih rendah dari pada savana), vegetasi dominan rumput, hewan yang dapat ditemukan seperti kuda, kambing, sapi, singa, jerapah, gajah.

Padang Rumput

Sumber: Wikimedia Commons

  1. Savana

Savana terdapat di wilayah sekitar khatulistiwa, dengan curah hujan sekitar 30 cm sampai 50 cm per tahun (curah hujan lebih rendah dari hutan hujan tropis). Vegetasi savana  didominasi oleh semak juga ada beberapa pohon yang menyebar seperti akasia. Hewan yang hidup di savana yaitu berbagai jenis serangga (seperti belalang, kumbang, semut), herbivora, karnivora.

Savana

Sumber: Wikimedia Commons

  1. Gurun

Di tempat ini jarang sekali turun hujan (curah hujan kurang dari 25 cm per tahun), suhu di siang hari sangat panas bisa mencapai 45°C, sedangkan malam hari sangat dingin bisa sampai 0°C,  vegetasi yang dominan belukar akasia, tumbuhan sukulen, hewan yang banyak terdapat di gurun salah satunya unta dan wilayah gurun terdiri dari hamparan pasir yang luas.

Gurun

Sumber: Wikimedia Commons

  1. Hutan Gugur

Hutan ini biasanya ada di wilayah subtropis, curah hujan 75 cm sampai 150 cm per tahun, contoh tumbuhan yang hidup di hutan gugur yaitu pohon beech-maple dan pohon oak-hickory, hewan yang hidup di hutan gugur contohnya tupai, rusa, beruang.

Hutan Gugur

Sumber: Wikimedia Commons

  1. Taiga

Taiga terdapat di belahan bumi bagian utara dan pegunungan daerah tropis, suhu pada musim dingin rendah. Pada wilayah bernama taiga ini, akan hanya ditemui satu jenis pohon seperti pinus, conifer dan cemara. Di  taiga terdapat hewan seperti burung, tupai, serangga.

Taiga

Sumber: Wikimedia Commons

  1. Tundra

Tundra terdapat di kutub utara yang mempunyai curah hujan rendah curah hujan 10 cm sampai 25 cm per tahun, tumbuhan yang hidup di tundra yaitu lumut kerak dan lumut, hewan yang hidup di tundra yaitu beruang kutub, rusa kutub, serigala.

Tundra

Sumber: Campbell Biology 11th

Ekosistem Air(Akuatik)

Air adalah unsur utama dalam ekosistem ini, lokasi ini akan sekaligus menjadi tempat hidup atau habitat dari bermacam organisme air. Contoh ekosistem air :

  1. Ekosistem Air Tawar

Jenis air di sini kadar garamnya sangat rendah. Ekosistem air tawar dibagi mejadi dua yaitu ekosistem air tawar lotik dan ekosistem air tawar lentik. Ekosistem airtawar lotik memiliki karakteristik airnya berarus, contohnya sungai.

Organisme yang hidup di daerah ini dapat menyesuaikan diri dengan arus air, contohnya ikan belida, serangga air, dan diatom yang dapat menempel pada batu. Produsen utama pada ekosistem air tawar lotik yaitu ganggang, akan tetapi umumnya organisme memakan detritus yang berasal dari ekosistem darat di sekitar

Ekosistem air tawar

Sumber: Campbell Biology 11th

Ekosistem airtawar lentik memiliki karakteristik airnya tidak berarus, contohnya danau dan kolam. Ekosistem danau dan kolam terdiri dari tiga wilayah horizontal, yaitu litoral, limnetik, dan pr Wilayah litoral merupakan wilayah tepi danau dan kolam.

Wilayah limnetik merupakan wilayah perairan terbuka yang masih dapat ditembus cahaya matahari. Wilayah profundal merupakan daerah yang dalam dengan berbagai jenis dekomposer pada bagian dasarnya.

Ekosistem air tawar lentik

Zonasi Danau

Sumber: Campbell Biology 11th

Ekosistem air tawar lentik

Sumber: Wikimedia Commons

  1. EkosistemLaut

Ekosistem laut dibagi menjadi tiga zona (wilayah), yaitu zona litoral (zona pasang surut air laut), zona neritik (kedalaman hingga 200 m), dan zona pelagik (terbagi menjadi 2, yaitu zona batial kedalaman 200-2000 m dan zona abisal kedalaman lebih dari 2000 m).

Ekosistem laut yang termasuk zona litoral adalah ekosistem estuari, pantai pasir, dan pantai batu. Ekosistem yang termasuk zona neritik adalah ekosistem terumbu karang, sedangkan ekosistem yang termasuk zona pelagik adalah ekosistem laut dalam.

Ekosistem air laut

Zonasi Ekosistem Air Laut

Sumber: Campbell Biology 11th

  1. Ekosistem Estuari

Ekosistem estuari terdapat pada wilayah pertemuan antara sungai dan laut atau disebut juga muara sungai. Muara sungai disebut juga pantai lumpur. Ekosistem estuari memiliki ciri berair payau dengan salinitas di antara air tawar dan air laut. Vegetasi didominasi oleh tumbuhan bakau. Organisme laut yang hidup di ekosistem ini yaitu ikan, udang, dan moluska.

Ekosistem Estuari

Sumber: Wikimedia Commons

  1. Ekosistem Terumbu Karang

Ekosistem terumbu karang hanya dapat tumbuh di dasar perairan yang jernih. Terumbu karang terbentuk dari rangka hewan kelompok Coelenterata.  Pada ekosistem terumbu karang terdapat berbagai jenis Porifera, Coelenterata, ganggang, ikan, serta udang.

Ekosistem terumbu karang

Sumber: Campbell Biology 11th

  1. Ekosistem Pantai Batu

Ekosistem pantai batu tersusun dari komponen abiotik berupa batu-batuan kecil maupun bongkahan batu besar. Pada ekosistem pantai batu terdapat organisme seperti ganggang  Eucheuma dan Sargassum, serta beberapa moluska yang melekat di batu.

Ekosistem pantai batu

Pantai berbatu di Tanjung Gelam Karimunjawa

Sumber: Wikimedia Commons

  1. Ekosistem Laut Dalam

Ekosistem laut dalam berada pada kedalaman 76.000 m dari permukaan laut, sehingga tidak ada lagi cahaya matahari. Oleh karena itu, produsen utama di ekosistem laut dalam merupakan organisme kemoautotrof.

Ekosistem laut dalam

Koral di Laut dalam

Sumber: Wikimedia Commons

Semoga penjelasan Burhan tentang ekosistem ini dapat menambah pengetahuan juga bermanfaat.

Contoh Soal Ekosistem

Menurut infromasi dari mongabay.co.id, beberapa terumbu karang di wilayah perairan Indonesia mengalami pemutihan karang. Pemutihan karang sudah terjadi beberapa kali di Selat Bali, Lombok, dan Alas. Pemutihan karang di kawasan tersebut terjadi pada tahun 1983, 1998, 2010, dan 2016.

Pemutihan karang tersebut menyebabkan kematian karang massal pada keempat kalinya di Selat Lombok, Gili Matra (Meno, Air, Trawangan) dan Sekotong. Di Sekotong terjadi penurunn tutupan karang dari 38% menjadi 16%.

Soal Ekosistem

Sumber: mongabay.co.id

Gambar di atas membandingkan kondisi karang pada tahun 2012 dan 2016 di Perairan Gili Matra Lombok Utara. Berikut ini manakah hal-hal yang diduga tidak menyebabkan kerusakan atau pemutihan terumbu karang?

A. Kenaikan suhu air laut melebihi batas maksimum tahunan.

B. Sinar ultraviolet berlebihan merusak fotosistem II zooxanthellae.

C. Kematian zooxanthellae karena pencemaran sampah wisatawan.

D. Penggunaan pukat harimau oleh nelayan setempat.

E. Penanaman mangrove di dekat wilayah terumbu karang.

Jawaban: E

Pembahasan:

Terumbu karang merupakan sekumpulan hewan karang (sesil) dari filum Cnidaria kelas Anthozoa yang bersimbiosis dengan alga zooxanthellae.

Hewan karang mendapatkan nutrisi dari hasil fotosintesis alga zooxanthellae, sedangkan zooxanthellae mendapatkan bahan baku fotosintesis berupa karbondioksida dari karang.

Pemutihan karang terjadi jika karang mengalami kematian yang salah satunya disebabkan oleh global warming.

Terjadinya kenaikan suhu bumi dapat menyebabkan suhu air laut juga meningkat. Saat suhu air laut meningkat 1°C di atas suhu maksimum tahunan yang terjadi selama empat minggu atau lebih dapat menyebabkan kematian massal hewan karang.

Hewan karang yang mati tidak lagi berwarna coklat atau hijau melainkan berwarna putih (coral bleaching).

Selain itu, pemutihan karang juga bisa disebabkan oleh paparan UV sinar matahari yang terlalu tinggi.

Sinar ultraviolet yang terlalu tinggi diduga dapat menyebabkan rusaknya fotosistem II pada alga zooxanthellae, sehingga menghasilkan oksigen yang radikal bagi hewan karang. Hal ini dapat menyebabkan kematian karang.

Wilayah terumbu karang yang sering didatangi wisatawan juga diduga menjadi penyebab kematian karang ataupun kematian zooxanthellae, karena limbah dari bahan bakar kapal yang membawa wisatawan yang menetes/bocor.

Selain itu, nelayan yang menggunakan pukat harimau untuk menangkap ikan di sekitar wilayah terumbu karang dapat menyebabkan kerusakan terumbu karang.

Analisis:

A. Kenaikan suhu air laut melebihi batas maksimum tahunan diduga dapat menyebabkan kematian karang, sehingga karang menjadi putih.

B. Sinar ultraviolet berlebihan merusak fotosistem II zooxanthellae diduga dapat menyebabkan kematian karang, karena zooxanthellae dengan fotosistem II yang rusak dapat menghasilkan oksigen radikal yang berbahaya bagi karang.

C. Kematian zooxanthellae karena pencemaran sampah wisatawan diduga menjadi salah satu penyebab kematian karang, karena limbah bahan bakar kapal yang bocor yang membawa wisatawan.

D. Penggunaan pukat harimau oleh nelayan setempat diduga dapat menyebabkan kematian karang.

E. Penanaman mangrove di dekat wilayah terumbu karang diduga tidak menyebabkan kematian karang. Penanaman magngrove dapat menghasilkan tannin yang diduga dapat menjadi pelindung bagi karang dari paparan sinar UV yang berlebihan.

Jadi, jawaban yang paling tepat adalah E.

Referensi:

Anshori, M. dan Martono, D. 2009. Biologi 1: untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)-Madrasah Aliyah (MA) Kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Reece, Urry, Cain, Wasserman, dan Minorsky. 2011. Campbell Biology 11th. AS: Pearson Education Inc.

Lihat Artikel Lainnya!
[Total: 0 Average: 0]

Tinggalkan komentar

Eits, tunggu dulu.

✅Mau RANGKUMAN BELAJAR KEREN?

KLIK GAMBARNYA????