Ayo Belajar Mengenai Energi Ikatan!

Tahukah kamu bahwa untuk dapat melangsungkan suatu reaksi kimia, dibutuhkan adanya perubahan energi? Energi tersebut digunakan untuk memutuskan ikatan yang dimiliki oleh atom -atom dalam senyawa pereaksi kemudian reaksi kimia akan menghasilkan energi dari penggabungan ikatan atom – atom yang akan membentuk susunan atau senyawa yang baru.

Pembahasan yang kali ini akan Burhan sampaikan kepada kalian semua adalah terkait energi ikatan yang sangat erat hubungannya dengan reaksi kimia.

Pengertian Energi ikatan

Energi ikatan biasa juga disebut sebagai energi disosiasi yang dinotasikan dengan D dapat didefinisikan sebagai jumlah energi dalam bentuk kalor (panas) yang dibutuhkan untuk dapat memutuskan ikatan antar atom dalam 1 mol suatu senyawa dalam keadaan berfase gas dengan satuan Standar Internasional (SI) yaitu kJ/mol.

Tingkat kekuatan yang dimiliki oleh suatu ikatan kimia ditentukan oleh energi ikatan yang nilainya sangat berkaitan dengan sifat yang dimiliki oleh ikatan antar atom milik senyawa tersebut. Misalnya ikatan rangkap tiga akan lebih kuat daripada ikatan rangkap dua, dan ikatan rangkap dua akan memiliki tingkat kekuatan yang lebih tinggi daripada ikatan tunggal.

Hal tersebut dikarenakan jarak ikatan pada ikatan rangkap tiga lebih pendek jika dibandingkan dengan ikatan rangkap tiga, begitu pula jarak ikatan pada ikatan rangkap dua yang lebih pendek daripada ikatan tunggal.

Namun terlepas dari hal ini, jika senyawa tersebut merupakan senyawa ion (terbentuk dari unsur logam dan unsur non logam), ikatan yang dimilikinya akan lebih kuat jika dibandingkan dengan ikatan pada senyawa kovalen (terbentuk dari unsur non logam dan unsur non logam). Hal tersebut juga dapat kamu buktikan dengan melihat bahwa nilai titik didih atau titik leleh senyawa ion yang lebih tinggi.

Pada senyawa atau molekul kompleks, energi yang diperlukan untuk dapat memecah atau melepaskan ikatan antar atom di dalam molekul tersebut sehingga kemudian dapat membentuk atom bebas dinamakan sebagai energi atomisasi yang merupakan jumlah energi ikatan atom dalam senyawa atau molekul tersebut.

Nilai energi ikatan atau energi disosiasi bisa kamu dapatkan dari literatur, seperti yang akan Burhan lampirkan di bawah ini diambil dari sumber literatur Brady, 1990

Molekul/SenyawaEnergi ikatanMolekul/SenyawaEnergi ikatan
H – H (g)436,0 kJ/molN – N (g)160 kJ/mol
O – O (g)146 kJ/molN = N (g)418 kJ/mol
F – F (g)157 kJ/molN ≡ N (g)945,3 kJ/mol
Br – Br (g)193,9 kJ/molN – F (g)272 kJ/mol
Cl – Cl (g)242,6 kJ/molN – Br (g)243 kJ/mol
I – I (g)152,6 kJ/molN – Cl (g)200 kJ/mol
H – F (g)567,6 kJ/molO – C (g)203 kJ/mol
H – Br (g)366,3 kJ/molO – H (g)467 kJ/mol
H – Cl (g)431,6 kJ/molO – Cl (g)203 kJ/mol
H – N (g)391 kJ/molO – I (g)234 kJ/mol
H – I (g)298,3 kJ/molO = C (g)745 kJ/mol
Cl – F (g)254,3 kJ/molO ≡ C (g)1072 kJ/mol
Cl – Br (g)218,6 kJ/molO = N (g)607 kJ/mol
Cl – I (g)210,3 kJ/molO = O (g)495 kJ/mol

Adapun energi ikatan rata – rata adalah jumlah energi rata – rata yang diperlukan untuk dapat memutuskan satu ikatan antar molekul atau atom dari semua ikatan yang dimiliki oleh senyawa tersebut (atomisasi).

Rumus Energi ikatan

Rumus atau perhitungan yang melibatkan perhitungan energi ikatan ini adalah perubahan entalpi reaksi (∆Hreaksi) dimana jumlah perubahan dari energi yang dibutuhkan untuk memutuskan ikatan antar atom pada senyawa pereaksi dan energi yang dihasilkan dari pembentukan ikatan akan mempengaruhi nilai entalpi tersebut.

Hal ini karena mengikuti hipotesis bahwa semua ikatan dalam pereaksi diputuskan sebelum kemudian dibentuk ikatan antar atom untuk menghasilkan senyawa – senyawa hasil reaksi.

Energi ikatan merupakan materi kimia dasar yang selanjutnya akan digunakan pada perhitungan kimia lainnya, seperti menentukan perubahan entalpi reaksi (∆Hreaksi), titik didih, dan juga titik leleh. Karenanya, kamu harus memahami betul materi ini agar kemudian dapat lebih mudah untuk memahami materi kimia selanjutnya.

Contoh Soal

Setelah Burhan berhasil mengendalikan elemen air, Burhan kini sedang menekuni pengendalian elemen angin dimana Burhan dapat mengeluarkan gas karbon monoksida (CO) dari tangan kiri dan gas oksigen (O2) dari tangan kanan. Ketika Burhan merekatkan kedua tangan, maka terciptalah gas baru yang merupakan karbondioksida sesuai reaksi berikut:

2CO (g) + O2 (g) -> 2CO2 (g)

Apabila diketahui nilai energi ikatan untuk C≡O, C=O, C-O, O=O dan O-O secara berturut – turut dalam satuan kJ/mol adalah 1072, 745, 203, 495 dan 146, maka besaran entalpi reaksi yang terjadi adalah … kJ/mol O2.

A. 77

B. 341

C. -690

D. -341

E. -995

Energi ikatan merupakan energi yang dibutuhkan agar satu mol molekul gas dapat melepaskan ikatan anta penyusunnya hingga membentuk atom sehingga seringkali disebut sebagai energi atomisasi. Pemutusan energi cenderung merusak kestabilan yang sudah ada sehingga akan membutuhkan energi sedangkan pembentukan ikatan cenderung melepas energi.

Energi ikatan suatu molekul dapat dihitung dengan menjumlahkan energi ikatan antar komponen yang ada di dalam satu molekul. Sedangkan, entalpi reaksi dapat dihitung apabila dilakukan pengurangan total energi ikatan reaktan dengan energi ikatan produk.

Opsi A salah karena tidak dilakukan perhitungan koefisien terhadap energi ikatan

Opsi B salah karena entalpi dihitung secara terbalik

Opsi C salah karena terjadi kesalahan dalam penggunaan nilai energi ikatan O=O dengan O-O

Opsi D benar karena sesuai perhitungan:

Energi ikatan 2 CO = 2. 1072 = 2144 kJ/mol

Energi ikatan O2 = 495 kJ/mol

Energi ikatan 2 CO2 = 2.2.745 = 2980 kJ/mol

Entalpi = (Ei CO + Ei O2) – Ei CO2 = 2144 + 495 – 2980 = -341 kJ/mol

Opsi E salah karena terjadi kesalahan dalam pengalian koefisien dan penggunaan nilai energi ikatan C≡O dengan C=O

Sehingga jawaban yang paling tepat adalah D.

Lihat Artikel Lainnya!
[Total: 2 Average: 5]

Tinggalkan komentar

Eits, tunggu dulu.

✅Mau RANGKUMAN BELAJAR KEREN?

KLIK GAMBARNYA????