Mari Memahami Mengenai Hidrolisis Garam!

Jika membahas tentang garam, mungkin Edukawan hanya mengetahui garam dapur yang memiliki rumus molekul NaCl. Namun ternyata banyak juga senyawa garam lainnya, misalnya Natrium Florida (NaF) yang digunakan pada pasta gigi, Natrium Bromida (NaBr) yang digunakan sebagai bahan film, dan juga Magnesium Sulfat (MgSO4) atau garam inggris.

Senyawa garam merupakan senyawa produk dari reaksi asam basa. Saat senyawa asam lemah bereaksi dengan senyawa basa lemah, garam yang didapatkan dapat melewati proses hidrolisis garam. Proses hidrolisis garam ini tidak akan terjadi pada garam yang terbentuk dari senyawa asam kuat dan basa kuat.

Pengertian Hidrolisis Garam

Hidrolisis garam merupakan proses terurainya sebuah senyawa garam yang terjadi karena reaksi antara kation dan anion senyawa garam tersebut dengan air yang kemudian akan menghasilkan produk berupa senyawa asam dan senyawa basa.

Konsep Dasar

Konsep yang mendasari proses ini merupakan proses hidrolisis yaitu proses penguraian air menjadi ion hidrogen dan ion hidroksida (H+ dan OH). Jika ion – ion ini tidak bereaksi dengan senyawa lainnya, maka larutan tersebut akan tetap memiliki nilai pH air.

Macam-Macam Hidrolisis garam

Menurut komponen pembentuk suatu senyawa garam dan juga jumlah garam yang dapat teruraikan, reaksi hidrolisis garam dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu

  1. Hidrolisis kation

Jika garam yang memiliki komponen penyusun asam kuat dan basa lemah direaksikan dengan air, garam akan terhidrolisis secara parsial dan kemudian akan menghasilkan ion yang memiliki sifat asam atau ion hidrogen (H+). Hal ini dapat terjadi karena yang dapat terhidrolisis hanya kation milik basa lemah.

  1. Hidrolisis anion

Jika pada hidrolisis kation ion yang dihasilkan memiliki sifat asam (H+), berbeda halnya dengan hidrolisis anion yang menghasilkan ion OH saat direaksikan dengan air. Di dalam senyawa garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah ini, hanya anion milik asam lemah yang akan terhidrolisis (melakukan reaksi hidrolisis).

  1. Kation anion terhidrolisis

Jika reaksi hidrolisis terjadi pada garam dengan komponen penyusun asam lemah dan basa lemah, senyawa garam tersebut akan terhidrolisis secara total dimana semua ion baik kation maupun anion di dalam senyawa tersebut akan terhidrolisis secara sempurna. Maka dari itu, produk hasil reaksi adalah ion H+ dan ion OH.

Reaksi Hidrolisis garam

Pada hidrolisis garam, ada tiga jenis hidrolisis yang terjadi yaitu hidrolisis sempurna, hidrolisis sebagian, dan bahkan tidak terhidrolisis.

  1. Hidrolisis sempurna / hidrolisis total

Pada jenis hidrolisis garam ini, senyawa garam terbentuk dari reaktan asam lemah dan basa lemah sehingga ion yang dihasilkan juga memiliki sifat keasaman seperti reaktan (asam dan basa lemah)

Adapun reaksi yang terjadi adalah:

Hidrolisis Sempurna

Sifat yang dimiliki oleh garam pada proses reaksi hidrolisis sempurna ini sangat bergantung sekali terhadap nilai Ka dan nilai Kb dengan parameter:

  • Garam bersifat netral jika nilai Ka sama dengan nilai Kb
  • Garam bersifat asam jika nilai Ka lebih besar jika dibandingkan dengan nilai Kb
  • Garam bersifat basa jika nilai Ka lebih kecil jika dibandingkan dengan nilai Kb
  1. Hidrolisis parsial

Hidrolisis parsial merupakan jenis hidrolisis garam dimana hanya salah satu atau sebagian ion saja yang terhidrolisis Ketika garam dicampurkan atau direaksikan dengan air. Senyawa garam yang mengalami reaksi hidrolisis parsial ini merupakan senyawa garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat atau asam kuat dan basa lemah. Adapun reaksinya adalah:

Hidrolisis Parsial

Rumus Menghitung pH Hidrolisis

Perhitungan yang digunakan untuk mencari nilai pH pada garam berbeda tergantung dengan senyawa penyusun garam tersebut, yaitu:

  1. Garam dari senyawa asam lemah dan basa kuat

Seperti yang sudah Burhan jelaskan sebelumnya, garam yang terbentuk dari reaksi asam lemah dan basa kuat akan mengalami hidrolisis parsial menghasilkan ion hidroksi (OH) yang menandakan bahwa garam tersebut bersifat basa yang ditandai dengan nilai pH yang lebih dari 7. Adapun persamaan yang digunakan untuk mencari konsentrasi ion hidroksi tersebut adalah:

Rumus Hidrolis 1

Keterangan :

Kh = konstanta hidrolisis

[G] = konsentrasi garam

Kw = konsentrasi air

Ka = konsentrasi asam

Untuk mencari nilai derajat hidrolisis yang dinotasikan dengan h untuk senyawa garam dari asam lemah dan basa kuat yang sangat bergantung kepada nilai Ka, kamu dapat menggunakan persamaan:

Rumus Hidrolis 1.2

  1. Garam dari senyawa asam lemah dan basa lemah

Pada senyawa garam yang dihasilkan dari asam lemah dan basa lemah mengalami reaksi hidrolisis total dimana anion dari senyawa asam lemah dan kation dari senyawa basa lemah terhidrolisis dan menghasilkan ion H+ dan ion OH. Sehingga nilai tingkat keasaman (pH) memiliki hubungan dengan nilai Ka dan Kb, dimana persamaan yang digunakan adalah:

Rumus Hidrolis 2

Keterangan :

[H+] = konsentrasi ion hidrogen

Kh = konstanta hidrolisis

Kw = konsentrasi air

Ka = konsentrasi asam

  1. Garam dari senyawa asam kuat dan basa lemah

Sama seperti senyawa garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa kuat, senyawa garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah pun mengalami hidrolisis sebagian dimana kation milik senyawa basa lemah terhidrolisis menghasilkan ion hidrogen (H+) sehingga akan membuat larutan garam menjadi bersifat asam. Persamaan yang digunakan adalah:

Rumus Hidrolis 3

Keterangan :

Kh = konstanta hidrolisis

[G] = konsentrasi garam

Kw = konsentrasi air

Ka = konsentrasi asam

Nilai derajat hidrolisis untuk senyawa garam yang didapat dari asam kuat dan basa lemah sangat bergantung kepada nilai Kb. Adapun untuk dapat mencari nilai derajat hidrolisis, kamu bisa menggunakan persamaan:

Rumus Hidrolis 3.2

Pemanfaatan

Ada banyak pemanfaatan proses atau reaksi hidrolisis garam dalam kehidupan sehari – hari, di antaranya adalah:

  1. Penggunaan garam amonium nitrat (NH4NO3) yang berasal dari senyawa asam kuat dan basa lemah sebagai alat kompres dingin
  2. Penggunaan garam Monosodium Glutamat (C5H8NO4Na) yang biasa disebut sebagai MSG untuk penyedap rasa makanan, dimana senyawa garam ini didapatkan dari reaksi antara senyawa asam lemah dan basa kuat
  3. Penggunaan senyawa (NH4)2SO4yang berasal dari asam kuat asam sulfat H2SO4 dan basa lemah NH4OH sebagai pupuk untuk menurunkan nilai tingkat keasaman (pH) tanah.

Setelah mempelajari materi ini, jangan lupa juga untuk mempelajari materi kimia yang Burhan jelaskan lainnya ya.

Contoh Soal Hidrolisis Garam

NH4Cl terdapat dalam obat batuk. Senyawa ini dapat mengencerkan dahak, sehingga mudah keluar. Jika dalam obat tersebut mengandung 0,1 M NH4Cl dan diketahui nilai kbNH3 = 1,8×10-5 mol/L, berapa pH obat?

A. 5,00

B. 5,13

C. 5,15

D. 5,37

E. 6,50

Pembahasan ( C )

NH4Cl merupakan senyawa garam yang bersifat asam karena terbentuk dari asam kuat dan basa lemah. Penentuan nilai pH garam asam tersebut adalah sebagai berikut.

Pembahasan Hidrolisis Garam

pH = – log [H+ ] = – log (7,45 x 10-6)) = 5,13

Berdasarkan perhitungan diatas, maka jawaban yang tepat adalah C.

Referensi :

Eka, Widiasih., Suwardi dan Soebiyanto. 2009. Panduan Pembelajaran Kimia : Untuk SMA dan MA kelas XI. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendiidkan Nasional.

Partana, Crys Fajar dan Antuni Wiyarsi. 2009. Mari Belajar Kimia 2 : Untuk SMA XI IPA. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendiidkan Nasional

Permana, Irvan. 2009. Memahami Kimia 2 : SMA/MA Untuk Kelas XI, Semester 1 dan 2 Program Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendiidkan Nasional

Utami, Budi., dkk. 2009. Kimia 2 : Untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendiidkan Nasional

Lihat Artikel Lainnya!
[Total: 1 Average: 5]

Tinggalkan komentar

Eits, tunggu dulu.

✅Mau RANGKUMAN BELAJAR KEREN?

KLIK GAMBARNYA????