Kelarutan Suatu Senyawa dan Hasil Kali Kelarutan

Saat kamu melihat ibumu memasak dan menambahkan garam atau gula pada masakannya, apakah kamu pernah memikirkan bahwa bagaimana caranya garam dan gula yang awalnya berupa padatan kristal tersebut dapat menyatu dengan air dan memberi rasa ke dalam makanan tersebut? Hal tersebut terjadi karena ada reaksi pelarutan antara air dengan garam atau gula.

Dalam pembahasan kali ini, Burhan akan menjelaskan kepada kamu mengenai kelarutan dan hasil kali kelarutan dimana kedua hal tersebut berpengaruh terhadap larutnya garam maupun gula tersebut ke dalam air dan masakan.

Pengertian Kelarutan dan hasil kali kelarutan

Kelarutan merupakan jumlah maksimum dari mol suatu senyawa yang dapat larut di dalam pelarutnya yang dinyatakan dengan satuan mol/L. Definisi mengenai kelarutan lainnya dapat disamakan dengan molaritas karena menyatakan konsentrasi zat yang dapat terlarut di dalam suatu pelarut.

Kondisi sebuah larutan berdasarkan kelarutannya dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  1. Kondisi tidak jenuh

Kondisi larutan ini terjadi saat konsentrasi sebuah larutan belum melewati nilai kelarutannya sehingga masih memiliki peluang untuk dapat melarutkan lebih banyak senyawa pelarut

  1. Kondisi tepat jenuh

Dalam kondisi ini, konsentrasi yang dimiliki oleh suatu senyawa sama dengan nilai kelarutannya sehingga zat akan mengendap

  1. Kondisi lewat jenuh

Saat konsentrasi larutan melewati nilai kelarutannya sehingga akan diamati terbentuknya senyawa yang mengendap

Hasil kali kelarutan (Ksp) merupakan sebuah tetapan yang didapatkan dari hasil kali konsentrasi ion pada kondisi larutan tersebut jenuh setelah dipangkatkan dengan nilai koefisien dari persamaan ionisasinya. Pada larutan dengan kondisi jenuh, zat padat yang sulit terlarut akan membentuk kesetimbangan dengan ion zat yang sudah terlarut.

Hubungan Antara Kelarutan dan hasil kali kelarutan

Nilai kelarutan dari suatu senyawa dapat berubah karena beberapa hal misalnya pH larutan, konsentrasi ion di dalam larutan, dan pengadukan. Namun hal tersebut tidak berlaku pada nilai tetapan hasil kelarutan (Ksp) karena nilai Ksp akan tetap konstan pada temperatur tertentu.

Untuk dapat mengerti tentang hubungan yang dimiliki oleh kelarutan (s) dengan Ksp, Burhan akan memberikan kamu contoh kasus pada kesetimbangan dalam larutan Ag2CO3 jenuh dengan reaksi

Ag2CO3(s) ↔ 2Ag+(aq) + CO32-(aq)

Dimana konsentrasi ion CO32- dan ion Ag+ dalam larutan yang jenuh pada saat keadaan setimbang memiliki keterkaitan dengan nilai kelarutan senyawa Ag2CO3 yang sesuai dengan stoikiometri dalam perbandingan koefisien reaksi.

Jika nilai kelarutan senyawa Ag2CO3 dinyatakan dengan notasi s, maka konsentrasi ion CO32-  akan menjadi s dan konsentrasi ion Ag+ akan menjadi sama dengan 2s, dimana nilai tersebut didapatkan dari hasil kali kelarutan senyawa Ag2CO3 dengan koefisien masing – masing ion pada stoikiometri kesetimbangan larutan.

Hubungan antara kelarutan dan hasil kali kelarutan tersebut dapat dinyatakan dengan diagram berikut:

Hubungan Kelarutan dan Ksp

Pengaruh Ion Senama

Asas Le Chatelier menyatakan bahwa jika pada suatu campuran dalam kondisi kesetimbangannya ditambahkan konsentrasi larutan reaktan dalam reaksi tersebut, maka kesetimbangan reaksi kemudian akan bergeser ke arah kanan.

Nilai kelarutan milik senyawa ionik akan menurun saat zat terlarut yang lain memiliki ion senama di dalamnya. Sebagai contohnya, nilai kelarutan senyawa AgCl di dalam air akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan nilai kelarutan senyawa AgCl di dalam larutan NaCl.

Hal ini dapat kamu pastikan dengan melihat bahwa pada kesetimbangan larutan antara AgCl dan larutan NaCl akan membentuk lebih banyak endapanjika dibandingkan dengan pada saat AgCl dilarutkan ke dalam air.

Ion senama dalam kelarutan memberikan pengaruh mengecilnya kelarutan, namun ion senama yang berasal dari elektrolit yang sulit larut bisa kamu abaikan.

Hubungan Hasil Kali Kelarutan Dengan pH

Seperti yang sebelumnya sudah Burhan jelaskan, nilai kelarutan dapat dipengaruhi oleh tingkat keasaman senyawa tersebut (pH). Adapun pengaruh pH dengan kelarutan berbeda tergantung dengan senyawa yang bersangkutan, dimana:

  1. Hubungan pH dan kelarutan senyawa garam yang berasal dari asam lemah

Hubungan antara pH dan kelarutan senyawa garam dari asam lemah ini dapat dinyatakan dengan hubungan berbanding terbalik, dimana saat pH senyawa tersebut menurun (kondisi asam) maka kelarutan garam tersebut akan menjadi meningkat.

  1. Hubungan pH dan kelarutan senyawa hidroksida

Kelarutan senyawa hidroksida dengan pH larutan tersebut memiliki hubungan yang berbanding terbalik, dimana seiring dengan menurunnya nilai pH maka nilai kelarutan yang dimiliki oleh senyawa hidroksida akan meningkat.

Pemanfaatan Konsep Terhadap Pemisahan Zat

Konsep mengenai kelarutan dan hasil kali kelarutan ini dapat digunakan pada proses pemisahan senyawa. Adapun cara untuk melakukan pemisahan senyawa dapat dilakukan dengan menambahkan larutan lain yang memiliki kemampuan untuk dapat berikatan dengan ion pada larutan tersebut.

Hal itu kemudian menyebabkan pengendapan pada zat yang terdapat di dalam senyawa tersebut, kemudian memudahkan pemisahan. Pemisahan dilakukan terhadap senyawa yang mengendap dengan pelarutnya. Adapun hubungan antara Qc dan Ksp dinyatakan dengan tiga kondisi, yaitu:

  1. Tidak ada endapan saat larutan tidak jenuh jika nilai Qc lebih kecil daripada nilai Ksp
  2. Tidak ada endapan saat larutan tepat jenuh jika nilai Qc sama dengan nilai Ksp
  3. Ada endapan saat larutan lewat jenuh jika nilai Qc lebih besar daripada nilai Ksp

Konsep mengenai kelarutan dan hasil kali kelarutan dapat kamu perdalam lagi dengan Latihan mengerjakan berbagai contoh soal mengenai materi ini. Jika kamu ingin mengerti tentang materi baik mata pelajaran Fisika, Kimia atau Biologi lainnya, kamu juga dapat membaca penjelasan Burhan yang lain.

Contoh soal Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

Senyawa X merupakan senyawa yang banyak digunakan dalam produk terapi bagi pecandu rokok. Senyawa ini biasa ditambahkan dalam permen karet ataupun dalam bentuk cair. Seorang mahasiswa kedokteran yang sedang mempelajari studi kasus pecandu rokok sedang mempelajari senyawa X tersebut. Senyawa X memiliki kelarutan yang sangat rendah dalam air. Kation dari senyawa X merupakan perak (Ag+), sedangkan anion dari senyawa tersebut merupakan asam karboksilat dengan jumlah karbon sebanyak dua dan kehilangan ion hidrogennya. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, senyawa tersebut adalah … dan memiliki Ksp sebesar ….

A. AgCH3COO, 4s3

B. AgC2H5O, s2

C. AgCH3COO, s2

D. AgC2H5O, 4s3

E. C2H5OAg, 27s4

Jawaban: C

Ksp merupakan hasil kali kelarutan yang merupakan konstanta kesetimbangan pelarutan garam sukar larut. Nilai Ksp dapat dihitung dengan memangkatkan kelarutan masing – masing komponen ion dengan koefisien persamaan reaksi setaranya. Asam karboksilat merupakan salah satu turunan senyawa alkana yang memiliki rumus molekul CxH2xO2. Sebagai asam, senyawa ini dapat mengalami deprotonasi sehingga kehilangan 1 H+ dan memiliki muatan total -1.

Opsi A salah karena perbandingan antar kation dan anion adalah 1:1 sehingga nilai Ksp tidak sesuai

Opsi B salah karena C2H5O bukan merupakan bentuk ion karboksilat

Opsi C benar karena asam karboksilat dengan dua karbon adalah CH3COOH yang merupakan asam asetat sehingga terdeprotonasi menjadi CH3COO. Mengingat perbandingan muatan anion dan kation adalah 1:1, maka Ksp nya merupakan hasil perkalian kelarutan keduanya (s dan s)

Ksp = s.s = s2

Opsi D salah karena C2H5O bukan merupakan bentuk ion karboksilat serta perbandingan antar kation dan anion adalah 1:1 sehingga nilai Ksp tidak sesuai

Opsi E salah karena C2H5O bukan merupakan bentuk ion karboksilat serta perbandingan antar kation dan anion adalah 1:1 sehingga nilai Ksp tidak sesuai

Sehingga, jawaban yang paling tepat adalah C.

Lihat Artikel Lainnya!
[Total: 3 Average: 5]

Tinggalkan komentar

Eits, tunggu dulu.

✅Mau RANGKUMAN BELAJAR KEREN?

KLIK GAMBARNYA????