Ayo Pelajari Larutan Elektrolit dan Non-Elektrolit!

Untuk menghantarkan listrik, apakah kamu tahu bahwa kamu bisa menggunakan sebuah larutan? Ada dua jenis larutan jika dilihat dari kemampuan untuk menghantarkan arus listrik, yaitu larutan elektrolit dan non elektrolit. Larutan elektrolit juga ternyata terdapat di dalam tubuh kamu yang memiliki fungsi untuk dapat melancarkan impuls syarafmu.

Kamu juga mungkin pernah melihat larutan elektrolit kemasan yang dijual di pasaran. Dalam ulasan Burhan kali ini, Burhan akan menjelaskan kepada kamu tentang larutan elektrolit dan non elektrolit secara lengkap mulai dari pengertian, jenis – jenis larutan elektrolit, manfaatnya, dan juga hal – hal yang membedakan larutan elektrolit dan non elektrolit.

Pengertian Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

Larutan elektrolit adalah larutan yang memiliki kemampuan untuk dapat menghantarkan arus atau aliran listrik, sedangkan larutan non elektrolit yang merupakan kebalikan dari larutan elektrolit merupakan larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik.

Kamu dapat mengetahui senyawa tersebut merupakan senyawa elektrolit ataupun non elektrolit melalui percobaan atau pengujian. Larutan elektrolit akan membuat lampu pada alat uji menyala, dan juga akan menimbulkan gelembung gas sebagai ciri bahwa senyawa tersebut menghasilkan ion. Sedangkan pada larutan non elektrolit, lampu pada alat uji tersebut tidak akan menyala.

Jenis Larutan Elektrolit

Sebelumnya Burhan sudah menjelaskan bahwa senyawa dapat dibagi dua menurut kemampuannya menghantarkan arus listrik yaitu adalah larutan elektrolit dan non elektrolit. Namun pada larutan elektrolit, kamu dapat membedakannya menjadi dua jenis berdasarkan kekuatan daya hantar listrik yang dimiliki oleh larutan tersebut, yaitu:

  1. Larutan elektrolit kuat

Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang mengalami ionisasi yang sempurna sehingga mempunyai nilai derajat ionisasi sama dengan 1. Biasanya larutan yang termasuk ke dalam jenis ini adalah berupa asam kuat, basa kuat, dan juga garam yang terbentuk dari reaksi asam kuat dan basa kuat.

Karena mengalami ionisasi yang sempurna, jumlah ion dalam senyawa ini banyak sehingga dapat menghantarkan arus listrik dengan sangat baik yang ditandai dengan nyala lampu pada alat uji menjadi terang. Banyaknya ion juga dapat kamu ketahui dari banyaknya gelembung gas yang terbentuk, semakin banyak ion maka gelembung gas yang terbentuk pun akan semakin banyak.

  1. Larutan elektrolit lemah

Sama seperti namanya, larutan elektrolit jenis ini merupakan jenis yang dapat menghantarkan arus listrik namun secara lemah. Hal ini disebabkan oleh ionisasi yang dialami oleh larutan elektrolit lemah tidak sempurna, sehingga menghasilkan jumlah ion yang sedikit. Dimana nilai derajat ionisasi larutan ini lebih rendah dari 1 namun masih lebih tinggi dari 0.

Pada alat uji, nyala lampu larutan elektrolit lemah ini cenderung redup atau bahkan ada juga yang tidak menyala jika nilai derajat ionisasinya sudah mendekati 0. Gelembung gas yang terbentuk pada larutan ini juga cenderung lebih sedikit.

Manfaat Larutan Elektrolit

Burhan sebelumnya sudah menyinggung bahwa larutan elektrolit ternyata ada di dalam tubuh manusia untuk dapat membantu melancarkan impuls – impuls syaraf. Selain itu ternyata larutan elektrolit juga masih memiliki banyak manfaat lainnya bagi kehidupan manusia, diantaranya yaitu:

  1. Larutan elektrolit dapat digunakan sebagai sel elektrokimia pada bagian mesin kendaraan seperti baterai, pengisi aki, dan juga jembatan garam
  2. Larutan elektrolit memegang peran penting dalam tubuh manusia mengingat sifatnya yang dapat membawa dan menghantarkan muatan listrik. Maka, larutan elektrolit memiliki peran dalam melancarkan impuls syaraf, larutan elektrolit juga berguna untuk tubuh manusia dalam mekanisme metabolisme yaitu sebagai pembentuk hormon dan juga ion pengaktif enzim tubuh. Larutan elektrolit juga berperan sebagai pengatur keasaman dan kadar air dalam cairan tubuh.

Perbedaan Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

Perbedaan antara kedua jenis larutan yang paling jelas dan bisa kamu ketahui adalah kemampuannya dalam menghantarkan arus listrik. Namun selain itu, kedua larutan ini memiliki perbedaan yang lain, yaitu:

  1. Larutan elektrolit memiliki nilai derajat ionisasi antara 0 hingga 1, tergantung dengan kekuatan penghantaran arus listriknya sedangkan larutan non elektrolit tidak dapat terionisasi atau memiliki nilai derajat ionisasi sama dengan 0
  2. Larutan elektrolit dapat menghasilkan gelembung dan juga menyalakan lampu pada alat uji, sedangkan larutan non elektrolit tidak menghasilkan gelembung dan tidak menyalakan lampu
  3. Contoh senyawa elektrolit adalah larutan HCl, NaOH, NaCl, H2SO4, H3PO4, Ca(OH)2, dan LiOH. Sedangkan contoh senyawa non elektrolit adalah larutan alkohol, urea, dan juga larutan gula.

Setelah membaca penjelasan Burhan mengenai larutan elektrolit dan non elektrolit, apakah kamu mulai memahami konsep jenis larutan ini? Jika kamu ingin mempelajari materi lainnya baik mengenai kimia atau mata pelajaran yang lain, jangan lupa untuk baca ulasan Burhan lainnya ya!

Contoh Soal Elektrolit dan Non Elektrolit

Burhan sedang membandingkan berbagai larutan minuman berenergi yang dibelinya di kantin sekolah. Burhan melakukan perbandingan antara berbagai jenis minuman dengan melakukan uji gelembung dan nyala lampu. Setelah itu, hasil yang diamati Burhan dirangkum dalam sebuah tabel sebagai berikut:

Merek AMerek BMerek CMerek D
Nyala lampuSangat terangCukup terangCukup terangSangat terang
GelembungSangat banyakBanyakSedikitSangat banyak

Apabila diketahui seluruh jenis elektrolit dari berbagai merek tersebut memiliki jumlah ion, sistem pelarut dan konsentrasi yang sama, jumlah elektrolit kuat dari ke empat merek tersebut adalah … merek dan di antara berbagai merek tersebut yang memiliki titik didih paling rendah adalah ….

A. 2, C

B. 1, A dan D

C. 2, B

D. 1, C

E. 2, A dan D

Jawaban: A

Elektrolit merupakan jenis larutan yang dapat terionisasi dalam pelarut, berdasarkan kekuatannya dibagi menjadi dua yaitu elektrolit kuat dan elektrolit lemah. Elektrolit kuat dapat mengalami ionisasi sempurna sedangkan elektrolit lemah sebaliknya.

Elektrolit memiliki ciri khas kemampuan menghantarkan listrik oleh adanya muatan hasil ionisasi dan juga diamati gelembung sebagai bukti ionisasi. Semakin kuat sebuah elektrolit, maka kemampuan menghantarkan listrik dan menghasilkan gelembung semakin tinggi. Sifat koligatif larutan merupakan sifat larutan yang hanya dipengaruhi oleh konsentrasi suatu larutan dan jumlah komponen yang ada.

Pada larutan elektrolit, semakin banyak jumlah komponen maka akan terjadi peningkatan sifat koligatif larutan. Maka, larutan elektrolit kuat akan memiliki perubahan sifat koligatif yang lebih signifikan dibandingkan larutan elektrolit lemah ataupun non-elektrolit.

Opsi A benar karena larutan elektrolit kuat ditunjukkan oleh nyala lampu yang sangat terang dan gelembung yang sangat banyak pada merek A dan D, sedangkan merek C merupakan elektrolit paling lemah sehingga kenaikan titik didih yang dialami paling kecil.

Opsi B salah karena terdapat dua elektrolit kuat serta merek A dan D merupakan elektrolit kuat sehingga mengalami kenaikan titik didih paling besar.

Opsi C salah karena B merupakan elektrolit yang relatif lebih kuat apabila dibandingkan dengan C dibuktikan dengan gelembung yang banyak.

Opsi D salah karena terdapat dua elektrolit kuat

Opsi E salah karena merek A dan D merupakan elektrolit kuat sehingga mengalami kenaikan titik didih yang paling besar.

Sehingga, opsi yang paling tepat adalah A.

Lihat Artikel Lainnya!
[Total: 11 Average: 4.7]

Tinggalkan komentar

Eits, tunggu dulu.

✅Mau RANGKUMAN BELAJAR KEREN?

KLIK GAMBARNYA????