Memahami Pertumbuhan dan Perkembangan Lebih Jauh

Jika kamu bernostalgia melihat foto album dari kecil hingga sekarang, pasti kamu menemukan banyak perubahan, bukan? Ya tentu saja, sebab pertumbuhan dan perkembangan sudah pasti kamu alami. Namun, tunggu dulu, apakah kamu tahu bahwa kedua kata itu memiliki perbedaan? Tenang saja, Burhan akan memaparkan dengan jelas terkait keduanya.

 

Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan

Secara biologis, pertumbuhan mengacu pada perubahan fisik yang nampak. Dalam artian pertumbuhan ini bisa diamati dengan mata telanjang ataupun bantuan alat ukur tertentu. Nah, pertumbuhan ini terjadi karena sel-sel dalam makhluk hidup berjumlah semakin banyak. Selain itu, volume dan massa sel juga bertambah.

Sementara itu perkembangan tidak nampak jika diamati dengan mata telanjang maupun alat ukur tertentu. Perkembangan ini bersifat kualitatif. Sebab, perkembangan ini merupakan proses menuju dewasa, terjadi pertambahan fungsi dan perubahan struktur sel atau jaringan.

Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan

Seperti telah diungkapkan di atas, pertumbuhan dan perkembangan adalah dua hal yang berbeda. Lalu apa perbedaannya ? Burhan akan menjelaskan perbedaan diantara keduanya secara rinci di bawah ini.

Pertumbuhan merupakan proses perubahan yang disertai dengan pertambahan ukuran akibat dari pembelahan dan pembesaran sel. Pertumbuhan memiliki sifat kuantitatif karena bisa dilihat dan diukur menggunakan alat ukur. Pertumbuhan juga memiliki sifat tidak dapat kembali seperti semula (irreversible) dan tetap.

Perkembangan merupakan perubahan bentuk atau tipe sel menjadi lebih spesifik atau terspesialisasi (diferensiasi) dan proses menuju kedewasaan akibat adanya perubahan struktur dan fungsi sel, termasuk pembentukan jaringan dan organ (morfogenesis). Perkembangan tidak dapat diukur menggunakan alat tertentu. Sehingga perkembangan ini sifatnya kualitatif.

Macam-Macam Pertumbuhan

Pertumbuhan Primer

Pertumbuhan primer terjadi pada jaringan apikal (meristem primer) tumbuhan. Secara detailnya, pertumbuhan ini terjadi melalui tiga tahapan yakni pembelahan, pemanjangan, dan diferensiasi. Pertumbuhan ini akan menunjang pemanjangan ujung akar dan batang.

Pertumbuhan Primer

Gambar Pertumbuhan Primer pada Akar Tumbuhan DIkotil

Sumber: Campbell Biology

Pertumbuhan Sekunder

Salah satu contoh dari pertumbuhan sekunder terjadi pada jaringan kambium (meristem sekunder) tumbuhan. Pembelahan ini akan membentuk floem sekunder dan xilem sekunder. Pembelahan kambium menuju arah luar akan membentuk floem sekunder, sedangkan xilem sekunder terbentuk dari pembelahan kambium ke arah dalam.

Pertumbuhan Fase Embrionik

Fase embrionik merupakan fase yang terjadi sejak terbentuknya zigot hingga embrio. Pada jenis pertumbuhan ini, sel mengalami penambahan jumlah sel dengan cara mitosis. Fase embrionik ini terjadi melalui proses embriogenesis.

Pertumbuhan Fase Pasca-Embrionik

Pertumbuhan pada fase pasca-embrionik terjadi pada saat terbentuknya embrio. Pada fase ini setiap bagian tubuh memiliki kecepatan pertumbuhan yang berbeda-beda. Tahapan fase ini terjadi melalui proses organogenesis atau pembentukan organ-organ dari embrio.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan

  1. Faktor Internal

· Gen

Gen merupakan substansi dalam tubuh yang berfungsi membawa sifat keturunan. Sifat-sifat anakan berasal dari pewarisan sifat induk. Oleh sebab itu, kemampuan pertumbuhan dan perkembangan sangat dipengaruhi gen yang berasal dari induk.

· Hormon

Di dalam tubuh, Hormon memiliki andil yang cukup besar. Hormon ini memiliki tugas mengontrol dan meregulasi berbagai fungsi organ di dalam tubuh. Meskipun pada umumnya hanya dibutuhkan dalam jumlah yang tidak banyak, tetapi keberadaan hormon ini sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan.

  1. Faktor Eksternal

· Nutrisi

Nutrisi yang diserap oleh makhluk hidup tentu akan diproses tubuh sebagai senyawa yang dibutuhkan bagi tubuh. Tanpa adanya nutrisi yang masuk ke dalam tubuh, maka proses tubuh pun akan terhambat. Apabila proses tubuh terhambat, pertumbuhan maupun perkembangan akan terganggu bahkan bisa mengalami stagnasi.

· Cahaya Matahari

Pertumbuhan maupun perkembangan makhluk hidup dipengaruhi oleh adanya cahaya matahari. Seperti halnya pada tumbuhan, cahaya matahari sangat dibutuhkan untuk proses fotosintesis. Sebab, tanpa adanya proses fotosintesis maka pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan akan terhambat.

· Kondisi Lingkungan

Kondisi lingkungan seperti ketersediaan air, kelembaban serta suhu juga mempengaruhi pertumbuhan dan juga perkembangan makhluk hidup. Kondisi lingkungan yang baik sesuai dengan karakteristik makhluk hidup akan menunjang proses fungsi tubuh. Maka tidak mengherankan jika suatu jenis makhluk hidup akan mengalami tumbuh kembang yang baik pada lingkungan tertentu.

Tahap-Tahap

· Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Tumbuhan

Pertumbuhan tanaman diawali dengan tahap pertumbuhan awal. Pada tahapan ini biji melakukan imbibisi (penyerapan air), air ini akan mengaktifkan enzim giberelin dalam biji dan menstimulasi sintesis enzim amylase yang mengubah karbohidrat dalam endosperm atau cadangan makanan. Cadangan makanan diubah menjadi gula yang berdifusi ke kotiledon untuk melanjutkan tahap selanjutnya, yaitu tahap perkecambahan yang diilustrasikan pada gambar di bawah ini.

Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan

Gambar Mekanisme Germinasi Biji

Sumber: plantphys.info

Tahap perkecambahan diawali dengan pertumbuhan radikula dan plumula. Tahap ini sangat dipengaruhi oleh air, kadar oksigen, suhu, dan kelembaban. Setelah itu tumbuhan menuju tahap pertumbuhan primer yakni pertumbuhan pada meristem primer. Selanjutnya, tahapan pertumbuhan sekunder yang terjadi pada jaringan kambium (tumbuhan dikotil).

Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Hewan

Pada hewan, tahap pertumbuhan dan perkembangan berbeda dengan tumbuhan. Secara garis besar  terdapat fase embrionik dan fase pasca-embrionik. Fase embrionik terjadi melalui embriogenesis, sedangkan fase pasca-embrionik melalui organogenesis.

Tahapan embriogenik meliputi tahap zigot, morula, blastula, dan gastrula. Zigot merupakan pembentukan sel tunggal diploid (2n) melalui fertilisasi. Morula ialah hasil pembelahan zigot. Blastula merupakan tahapan perkembangan morula dengan bentuk berongga yang menjadi bakal rongga tubuh, kemudian akan mengalami implantasi dan invaginasi menjadi gastrula diilustrasikan pada gambar di bawah ini.

Pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan

Gambar Tahap Embriogenesis Manusia

Sumber: Wikimedia Commons

Tahap pasca-embrionik dibagi menjadi tiga, yaitu ektoderm, mesoderm, dan endoderm.

Lapisan ektoderm akan berkembang menjadi epidermis kulit (termasuk kelenjar keringat dan folikel rambut), sistem saraf, kelenjar pituitari, gigi dan tulang rahang. Lapisan mesoderm akan berkembang menjadi lapisan dermis kulit, sistem reproduksi, sistem ekskresi (ginjal, hati, pembuluh-pembuluh ginjal), sistem gerak, sistem peredaran darah (jantung dan pembuluh darah), sistem pernapasan, dan sistem limfatik.

Sedangkan lapisan endoderm akan membentuk sistem pencernaan (esofagus, lambung, usus), jaringan epitel yang menyelubungi sistem-sistem dalam tubuh (sistem pencernaan, kardiovaskuler, pernapasan, ekskresi, reproduksi, endokrin), kelenjar timus, tiroid, dan paratiroid.

Contoh Dalam Kehidupan Sehari – Hari

Pertumbuhan dan perkembangan dalam kehidupan sehari-hari, akan Burhan paparkan contohnya misalnya pada manusia. Manusia mengalami pertumbuhan seperti ukuran, berat badan, tinggi badan sejak dari dalam kandungan sampai usia tua.

Sedangkan perkembangan pada manusia dapat diperhatikan dari bayi yang baru bisa menangis, lalu memasuki usia beberapa bulan sudah bisa berteriak.

Selesai sudah penjabaran Burhan mengenai pertumbuhan serta perkembangan pada makhluk hidup. Meskipun kedua hal ini pada waktu tertentu memang terjadi beriringan. Namun, kamu sudah mengerti perbedaan pertumbuhan dan perkembangan, bukan?

Contoh Soal Pertumbuhan dan Perkembangan

Sekeluarga wisatawan berkunjung ke Sea World, Jakarta. Di sana mereka bisa melihat berbagai macam hewan laut, ada yang dalam kaca akuarium besar, ada yang di akuarium kecil, ada juga yang bentuknya seperti kolam ikan. Salah satu wisatawan yang masih anak-anak sangat tertarik dengan bintang laut. Dia mencoba mengambil bintang laut tersebut dan melihatnya dari dekat.

Jika kita telusuri, bintang laut bereproduksi seksual dengan melakukan peleburan sel gamet jantan dan sel gamet betina. Hasil peleburan tersebut akan membentuk zigot, diikuti pembelahan (cleavage), hingga membentuk blastula.

Apa yang terjadi pada tahap perkembangan blastula awal?

A. Terjadi cleavage pada bidang ekuatorial (tegak lurus terhadap kedua tahapan cleavage dan sumbu animal vegetal) membentuk delapan sel.

B. Terjadi cleavage pada bidang ekautorial (tegak lurus terhadap kedua tahapan cleavage dan sumbu animal vegetal) membentuk 32 sel.

C. Sel-sel di bagian tengah kehilangan kontak satu sama lain, terbentuk rongga berisi cairan.

D. Sel dikenali dengan adanya membran fertilisasi yang mengelilingi, dengan ruang perivitelina di tepi penuh dengan cairan.

E. Sel blastomer selapis, yang mengelilingi sebuah rongga, dengan bagian kutub animal lebih kecil dibandingkan kutub vegetal.

Pembahasan

Jawaban (C)

Sel gamet jantan dan betina bintang laut melebur menghasilkan zigot, ditandai dengan terbentuknya membran fertilisasi. Membran tersebut berfungsi mencegah sel gamet jantan lain untuk bisa membuahi sel telur. Membran fertilisasi juga memiliki ruang perivitelina di bagian tepi yang berisi cairan.

Kemudian zigot mengalami cleavage pertama membentuk dua sel blastomer, dengan ukuran sama besar dan holoblastik. Lalu diikuti cleavage kedua melalui sumbu animal-vegetal, tetapi tegak lurus terhadap cleavage pertama membentuk empat sel blastomer sama besar.

Selanjutnya terjadi cleavage ketiga pada bidang ekuatorial (tegak lurus terhadap kedua tahapan cleavage dan sumbu animal vegetal) membentuk delapan sel. Cleavage selanjutnya membentuk 32 sel yang sulit untuk diikuti, karena pembelahan blastomer menjadi tidak sinkron.

Setelah itu terjadi cleavage yang menghasilkan massa sel, dengan sel-sel di bagian tengah kehilangan kontak satu sama lain, membentuk rongga berisi cairan disebut blastosol. Inilah tahap blastula awal.

Akhir dari tahap blastula, yaitu terbentuk selapis sel blastomer yang mengelilingi rongga, ditandai dengan sel-sel di bagian kutub animal (AP) lebih kecil dibandingkan sel-sel di kutub vegetal (VP).

Analisis

Opsi a, pernyataan tersebut menunjukkan hasil dari cleavage ketiga.

Opsi b, pernyataan tersebut menunjukkan hasil dari cleavage kelima.

Opsi c, pernyataan tersebut menunjukkan proses yang terjadi pada tahap blastula awal.

Opsi d, pernyataan tersebut menunjukkan sel telur yang telah dibuahi oleh sel sperma atau sel gamet jantan.

Opsi e, pernyataan tersebut menunjukkan tanda dari tahap blastula akhir.

Jadi, jawaban yang tepat adalah C.

Lihat Artikel Lainnya!
[Total: 1 Average: 5]

Tinggalkan komentar

Eits, tunggu dulu.

✅Mau RANGKUMAN BELAJAR KEREN?

KLIK GAMBARNYA????